Sabtu, Agustus 30, 2025

Share

Cerita Dibalik UKW, Tak kan Lari Tulus Dikejar

Ujian Kompetensi Wartawan di Provinsi Banten. Foto : Istimewa

Kau Temanku Kau Doakan Aku Punya Otak Cerdas Aku Harus Tangguh

CAKRA³.COM, BANTEN – Suara lembut Zsazya Senorita memecah keheningan di sela rehat Uji Kompetensi Wartawan di  Kota Tangerang Selatan, Banten Jumat 23 Mei 2025. Wartawati Investortrust.id ini rupanya terusik menyanyikan refrain lagu Gajah karya penyanyi Tulus.

Usut punya usut rupanya Zsazya tengah galau lantaran khawatir ketinggalan momen konser Tulus di Sentul City bertajuk Tur Sama-sama pada Sabtu esok, 24 Mei 2025 sementara ujian baru akan selesai pada hari yang sama. Bukan masalah waktu saja yang dia buru. Jika tak terjangkau, tiket konser Tulus yang telah dia beli Rp 2,5 juta akan hangus.

“Iya aku berdoa supaya besok tidak terlewat semoga uji kompetensi besok selesai lebih cepat dengan hasil yang bagus,” kata Zsazya tertawa.

Zsazya mengaku sempat tegang saat awal masuk ke  Ruang Kembang Sepatoe 1 Hotel Santika Bintaro pada Jumat pagi itu. Meski tidak terlambat namun ingatan tentang konser Tulus terus melekat mengalahkan ingatan tentang 10 elemen jurnalisme Bill Covach dan Tom Rosenstiel dalam Elements of Journalism.

Kegelisahan Zsazya terbawa hingga Uji Kompetensi Wartawan mengerjakan  mata uji  pertama. “Saya mulai rileks saat penguji Pak Teguh Poeradisastra becanda memanggil nama saya dengan aksen intonasi dengan pengucapan (Zaza huruf Z tebal),” ujar Zsazya tersenyum.

Bagi Zsazya lagu Gajah membuatnya  bersemangat mengerjakan soal-soal UKW dan dengan senyum manisnya wartawati berkerudung coklat itu masih bersenandung kecil di depan lap top-nya, “kau temanku kau doakan aku/ punya otak cerdas aku harus tangguh/.

“Ya aku harus tangguh kalau mau hasil UKW maksimal,” kata Zsazya yang siap mengejar Tulus ke Sentul City.

Lain Zsazya  lain wartawati Javanewsonline.co.id Tati Sagita dari Serang. Meskipun berasal dari daerah di Provinsi Banten Tati tak terlalu sering berkunjung ke Bintaro Kota Tangerang Selatan.

“Waktu survei hotel sampai -sampai kendaraan yang saya tumpangi terjebak di gang senggol, kendaraan susah bisa maju dan mundur” kata Tati.

Sempat khawatir kejebak kemacetan pada hari H pelaksanaan UKW, Tati pun akhirnya naik ojek online untuk bergegas ke Hotel Santika, di mana UKW digelar.

Setali tiga yang dengan Zsazya, Tati pun sempat tegang karena  baru pertama kali mengikuti ujian kompetensi wartawan muda. “Saya sempat bingung memakai pakaian, apakah harus seragam pers atau bebas. Baru lega setelah sekretariat lembaga uji   memberi tahu peserta uji kompetensi memakai batik atau kemeja dan sopan,” ujar Tati sumringah.

Bagi Tati dan Zsazya  pertemuan dengan penguji yang ramah dengan suasana perbincangan hangat memberikan kesegaran daya ingat, menumbuhkan intuisi dan mengalirkan  narasi dalam mengisi ujian.

“Bapak mirip Tommy J Pisa waktu muda,” Tati menyeletuk, sembari melirik penguji Teguh Poeradisastra. Sang penguji pun tersenyum simpul, roman mukanya meneduhkan. Hingga Assisten penguji yang mendampingi Teguh, Dody Hidayat senyumnya tak kalah manis.

BR. MUDJO

Berita lainnya..

Berita terpopuler