
CAKRA³.COM, AUSTRALIA – Sudah dua jam kapal boat kami berkeliling menyusuri perairan Rockingham, Perth Australia Barat untuk mencari kumpulan Lumba lumba atau Dolphine yang akan diajak berenang bersama pada Minggu siang, 28 April 2024. Namun, belum ada satu ekor Lumba lumba pun yang nampak.
Sebagian dari rombongan kami yang sudah lama menunggu, sudah mulai bosan dan ada yang sampai tertidur. Ketika kapal boat kami berhenti sesaat, tiba tiba dari atas geladak kapal, suara Jackson yang merupakan kapten kapal kami berteriak.” Ada Dolphine, ayo bersiap berenang,” teriaknya dengan suara keras.
Benar saja, hanya berjarak sekitar lima meter dari boat kami, empat ekor Lumba lumba berukuran besar dan sedang muncul dari permukaan air laut yang biru. Sirip dipunggungnya bergerak cepat dan sesekali mereka melompat ke atas.
Kedatangan hewan mamalia bergerombol ini disambut gembira peserta renang dengan lumba lumba liar di laut Perth yang sudah menunggu dua jam lebih itu. “Wow Dolphinenya banyak, luar biasa,” ujar salah seorang bocah perempuan salah satu wisatawan yang ada dalam tur itu.
Bocah perempuan berusia 9 tahun dan saudara lelakinya yang berusia 11 tahun berteriak kegirangan. Mereka langsung turun ke laut bersama wisatawan lainnya untuk berenang mendekati kumpulan Lumba lumba yang bergerak mendekati kapal. Lumba lumba itu mengeluarkan suara berdenging dan sesekali melompat ke atas permukaan air.
Kami turun dari kapal dan berenang ke laut lepas yang jernih kebiruan. Menggunakan alat selam, semua menenggelamkan diri ke dalam laut dan melihat lumba lumba itu berenang, berputar putar dan meliuk liuk bersama Caitlyn, gadis cantik yang bertugas mendekati Lumba lumba tersebut. Caitlyin didampingi tiga rekannya lainnya bernama Brigette, Khloe yang memimpin tim berenang. Sementara Jackson sebagai kapten kapal. Mereka adalah kru dari Perth Wildlife Encounters, penyelanggara tur wisata di tempat itu.
Dari bawa permukaan air, terlihat Caitlyin menggunakan Sea Scooter, alat khusus untuk mendorong badan kedepan agar berenang cepat dalam air. Gadis berambut pirang itu, melakukan getakan berputar dan meliuk liuk di dasar laut. Empat ekor Dolphine itu mengikuti gerakan, mereka seperti menari kegirangan hingga mengeluarkan suara siualan yang saling bersahutan.
Berenang dengan Lumba Lumba liar di laut lepas atau Swim With Wild Dolphins adalah aktivitas seru dan menarik yang dapat dilakukan wisatawan saat berkunjung ke Rockingham.
Pantai Rockingham terletak di sekitar 45 menit perjalanan ke Selatan dari Perth, ibu kota Australia Barat. Pantai ini terkenal dengan pasir putihnya yang bersih dan air birunya yang jernih. Salah satu daya tarik utama Pantai Rockingham adalah keindahan alam bawah lautnya yang spektakuler, membuatnya menjadi tujuan populer bagi para penyelam dan snorkeler. Di samping itu, pantai ini juga menawarkan berbagai kegiatan air lainnya seperti berlayar, berselancar angin, dan berenang.

Selain keindahan alamnya, Pantai Rockingham juga terkenal dengan lumba-lumba liar yang sering kali terlihat di perairannya. Untuk bisa berenang dengan kumpulan Lumba lumba liar ini, peserta tur harus naik ke kapal boat yang berkapasitas sekitar 30 orang. Kapal itu dilengkapi dengan toilet, meja dapur yang tersedia minuman panas seperti teh dan kopi, air putih dan toilet.
Untuk bisa ikut berenang dengan lumba lumba liar di laut lepas ini, tidak harus menjadi penyelam atau perenang yang profesional. Meski tidak bisa berenang, bisa ikut dalam tur ini karena didampingi kru yang sudah berpengalaman. Peserta tur dibekali dengan peralatan snorkeling dan diberikan pengarahan singkat tentang bagaimana berinteraksi dengan lumba-lumba dengan aman dan menghormati lingkungan mereka.
Selanjutnya, peserta berenang dengan Lumba lumba dibawa dengan perahu menuju lokasi di mana lumba-lumba sering berkumpul. Pada hari itu, hanya 10 orang saja yang ikut dalam tur itu. Kapal kemudian berputar putar di sekitar perairan Rockingham, untuk menentukan lokasi yang tepat berenang dengan Lumba lumba liar itu. Ternyata tidak mudah mendapatkan Lumba lumba yang bisa diajak berenang bersama. Peserta tur harus menunggu lebih dari dua jam untuk mendapatkan momen Lumba lumba itu datang dan seolah mengajak berenang bersama.
Setelah sekelompok lumba-lumba ditemukan, peserta tur yang sudah mengenakan pakaian selam langsung terjun ke air dalam kelompok kecil. Setiap kelompok berjumlah lima orang dan ketika berenang di laut harus saling berpegangan di sabuk yang dipasang dipinggang. Masing masing tim kecil itu didampingi kru yang berpengalaman untuk berenang bersama lumba-lumba.
Peserta diberi kesempatan untuk berenang dan berinteraksi langsung dengan lumba-lumba dalam lingkungan alami mereka dan juga mengabadikan momen tersebut dengan foto. Peserta tur juga bisa melihat Lumba lumba itu bermain, melompat, dan bahkan ada juga yang berenang berdampingan.
Untuk keamanan, para pemandu juga menggunakan Shark Shield, alat khusus yang dipasang di kaki untuk menghalau agar ikan Hiu tidak mendekat “Alat khusus itu mengeluarkan sinyal yang tidak disukai Hiu,” kata Caitlyn.
Menurut Caitlyin, kawanan lumba-lumba itu sangat nyaman dan seolah menetap di laut Rockingham, sehingga mereka dapat mengenali kebiasaan sejumlah Lumba lumba itu. “Salah satunya Etna, Lumba lumba yang pertama kali muncul tadi, dia datang untuk memperhatikan apakah kita termasuk yang bisa diajak bermain atau tidak,” kata Caitlyin.
Etna merupakan Lumba lumba betina berwarna putih yang menjadi penghuni tetap perairan Rockingham.” Usia Lumba lumba di laut lepas bisa sampai 50 tahun,” kata Caitlyin. Untuk itu, kata dia, kebersihan laut dan alam harus tetap terjaga karena dengan banyaknya Lumba lumba berdatangan menjadi indikator jika kelestarian laut masih sangat terjaga.
Setelah dua jam lebih puas berenang dengan lumba lumba liar, peserta tur yang ada dalam kapal disuguhkan makan siang yang lezat berupa Sandwich berisi daging ayam dan sayur, berbagai macam salad dan buah buahan segar.
Danesha Athira

